Showing posts with label Street Food.html.. Show all posts
Showing posts with label Street Food.html.. Show all posts

Wednesday, March 28, 2018

Nikmatnya Bakmie Jowo Pak Gareng Pinggir jalan

Menyambangi pinggir jalan Semarang belum lengkap kalau tidak makan Bakmi Jawa atau orang Semarang sering menyebutnya Mie Jowo. Makanan ini merupakan makanan asli Jawa dengan citarasa dan pengolahan yang khas. Kuah merupakan salah satu yang ditonjolkan. Untuk Mie Jowo Semarangan sendiri memang berbeda, aroma kuah yang penuh kaldu, kecoklatan dan agak kental adalah ciri khasnya.
Jika anda termasuk penggemar Mie Jowo, maka jangan sampai kelewatan untuk mampir ke warung bakmi sederhana yang satu ini, “Bakmi Jowo Pak Gareng”. Warung ini berada di Jalan Wotgandul Dalam No. 173, Semarang terletak di pinggir jalan sehingga sangat mudah ditemukan dan akan sangat pas disantap di saat cuaca mendung dan musim hujan seperti ini.
Sardjono Sang pemilik warung menuturkan, sejak tahun 1973 hingga 1991 sardjono menjajakkan bakmie nya dengan gerobak dan berkeliling di sekitaran jalan wotgandul dan Plampitan saja, alasannya karena dekat dengan rumah tinggalnya. Suka duka berjualan dijalan ia ceritakan sebagai memori indah hingga kini mampu menyekolahkan 6 anaknya hingga sarjana dan membelikan ke enam anaknya rumah serta untuk beribadah haji.
Cara memasak warung ini tetap bertahan menggunakan tungku tanah liat dan bara arang, walaupun proses memasaknya lebih lama, tapi bakmie yang dihasilkan akan sempurna karena bumbunya meresap ke dalam mie dan bahan lainnya.
Warungnya memang sederhana, namun disini anda bisa merasakan Mie Jowo dengan cita rasa khas Semarangan yang sudah cukup dikenal, baik oleh warga Semarang maupun yang berasal dari luar kota. Jangan kaget pula disekeliling dalam warung sejumal foto dan terstimoni sejumalah artis dan pejabat terpampang sangat jelas.
Selain bakmi godhog (bakmi rebus) yang menjadi favorit pembeli, warung bakmie Jowo Pak Gareng ini menyediakan pula nasi ruwet, nasi goreng, bihun goreng, bihun kuah dan aneka sate yang menjadi pelengkapnya.
Bakmi Jowo Pak Gareng yang buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB sampai 23.30 WIB tidak pernah sepi pengunjung. Maklum saja karena proses pembuatan mie yang satu persatu, anda harus sabar menanti untuk bisa menikmatinya. Tapi akan dibayar tunai dengan rasanya yang gurih dan nendang. Harga yang ditawarkan untuk satu porsi bakmie jowonya sangat bersahabat yakni hanya Rp14.000 untuk bakmie rebus dengan telur, dan 12ribu untuk yang biasa. Porsinya tidak terlalu banyak juga terdapat alasan dibaliknya.

Friday, April 13, 2012

Bakso Pak Kribo Rasa Nikmat dengan Bahan Pilihan

Rasanya puas bila mencicipi lezatnya semangkuk bakso Pak Kribo di Jalan Sukun Raya Semarang. Bakso yang dihidangkan panas dengan bulatan-bulatan daging di dalamnya cukup menggoda selera.

Ya, bulatan bakso yang ditawarkan pembeli 2 macam. Ada yang  berukuran besar dan kecil. Biasanya semangkuk bakso akan diisi 4 biji bakso ukuran kecil dan 2 bakso besar. Meski demikian tidak menutup kemungkinan, bagi yang ingin menikmati bakso ukuran besar saja, akan mendapatkan 3 buah bakso ukuran besar dalam satu porsi. Sedangkan yang berminat dengan bakso ukuran kecil saja, mendapatkan 10 buah bakso.

Kelezatan bakso Pak Kribo ini, tidak lepas dari kualitas bahan yang digunakan. Dibalut dengan resep pilihan yang telah teruji selama 20 tahun. “Kami memang berupaya senantiasa menjaga kualitas, sehingga tidak akan ditinggalkan pelanggan,” ungkap Manager Bakso Pak Kribo Fuad Widodo.

Selain rasa yang ditawarkan, pas untuk lidah orang Semarang. Warung bakso yang satu ini, juga memiliki keistimewaan para pelayannya yang kompak. Dalam menyervis pelanggan, para pelayan sangat cekatan. Pelanggan tak menunggu lama, pesanan sudah siap dinikmati. Padahal warungnya cukup ramai pembeli.

Pemilik warung, H Triono mempekerjakan 7 karyawan yang terdiri atas 2 perempuan dan 5 orang lelaki. “Di sini tugas pelayan baik perempuan maupun laki-laki sama saja, intinya memberikan yang terbaik pada pelanggan,” kata Fuad. 

Selain kompak, dalam bertugas para pelayan mengenakan seragam yang berganti-ganti setiap hari. Misalnya saja untuk hari Senin maka seragam yang digunakan adalah batik berwarna merah, Selasa batik berwarna putih, Rabu kaos biru, Kamis kaos biru, Jumat kaos coklat, Sabtu kaos Kuning, Minggu kaos orange.

Dengan rasa dan kekompakan pelayan yang terjaga, tidak aneh jika warung bakso yang satu ini tidak pernah sepi pengunjung. Dalam sehari sekitar 35 hingga 40 kilogram daging sapi habis terjual. “Biasanya paling ramai hari libur, atau Sabtu dan Minggu,” terangnya. Pada waktu-waktu tersebut pengunjung didominasi keluarga.
“Berapa pun pengunjungnya, sepi ataupun ramai harga yang kita tawarkan tetap sama. Untuk semangkuk bakso pengunjung cukup merogoh kocek mereka sekitar Rp 7.500,” tambahnya.(*)