Friday, April 13, 2012

Tahu Pong Gajahmada
Jalan Gajahmada No 63B Semarang

Tahu Pong Bikin Plong

Menikmati kuliner khas Semarang, tampaknya belum lengkap, jika tak singgah di Tahu Pong Gajahmada. Makanan yang disajikan dengan ciri khas kuah kecap ini, cukup populer di Semarang bahkan melegenda.  Terbukti sejak warung didirikan tahun 1972 hingga sekarang masih eksis.
Makan sekali rasanya langsung plong alias lega.
Pendirinya adalah almarhum Ny Ngatini. Saat ini, warung yang berlokasi di Jalan Gajahmada no 63 B Semarang tersebut dikembangkan oleh generasi kedua yaitu Miharto, 68, warga Tanggul Mas Barat Gang 5 no 69 Semarang dan Marsiyah, 60, warga Tanggul Mas Barat 5 no 71 Semarang.
Warung dengan 7 pelayan ini masih terus dikunjungi pelanggan. Menurut Miharto, salah satu kunci sukses, dalam mempertahankan keberadaan warungnya adalah dengan menjaga kualitas. “Tahu pong di tempat ini rasanya gurih, selain itu ukuran juga besar sekitar 10 cm dengan tebal 2 cm,” ujarnya.
Harga satu porsi tahu pong pun bervariasi, tergantung dari isi tahu pong tersebut. Tahu pong tanpa isi harganya sekitar Rp 8 ribu, tahu pong gimbal Rp 14 ribu, tahu pong telur Rp 17 ribu dan masih banyak lagi.
Tingginya minat pengunjung ke warung ini, dipengaruhi faktor lokasi di pinggir jalan raya yang merupakan pusat keramaian. “Kalau ditanya pelanggan kebanyakan dari mana, sepertinya semua kalangan. Mulai dari karyawan hingga pejabat,” terangnya.
Rata-rata setiap harinya, menghabiskan 70 hingga 80 porsi tahu pong. “Jika Sabtu dan Minggu jumlahnya bisa bertambah,” katanya.
»»  READMORE...

Es Teler

Manis-Wangi Khas Es Teler 77

Menikmati semangkuk es teler memang bisa ditemui di mana saja. Tetapi kurang lengkap rasanya jika belum mencoba es teler di tempat Es Teler 77. Rasa khas manis dan wangi hidangan es teler ini, memang berbeda. Kuncinya pada penggunaan gula khusus yang menjadi resep rahasia es yang lezat ini.

Es teller yang lezat dengan paduan warna kuning nangka dan hijau alpukat cantik, bisa diperoleh di kedai Es Teler 77 di lantai dasar Kudus Extension Mall (KEM).

»»  READMORE...
Bakso Pak Kribo
Pelayanan Cepat, Rasa Nikmat

Rasanya puas bila mencicipi lezatnya semangkuk bakso Pak Kribo di Jalan Sukun Raya Semarang. Bakso yang dihidangkan panas dengan bulatan-bulatan daging di dalamnya cukup menggoda selera.

Ya, bulatan bakso yang ditawarkan pembeli 2 macam. Ada yang  berukuran besar dan kecil. Biasanya semangkuk bakso akan diisi 4 biji bakso ukuran kecil dan 2 bakso besar. Meski demikian tidak menutup kemungkinan, bagi yang ingin menikmati bakso ukuran besar saja, akan mendapatkan 3 buah bakso ukuran besar dalam satu porsi. Sedangkan yang berminat dengan bakso ukuran kecil saja, mendapatkan 10 buah bakso.

Kelezatan bakso Pak Kribo ini, tidak lepas dari kualitas bahan yang digunakan. Dibalut dengan resep pilihan yang telah teruji selama 20 tahun. “Kami memang berupaya senantiasa menjaga kualitas, sehingga tidak akan ditinggalkan pelanggan,” ungkap Manager Bakso Pak Kribo Fuad Widodo.

Selain rasa yang ditawarkan, pas untuk lidah orang Semarang. Warung bakso yang satu ini, juga memiliki keistimewaan para pelayannya yang kompak. Dalam menyervis pelanggan, para pelayan sangat cekatan. Pelanggan tak menunggu lama, pesanan sudah siap dinikmati. Padahal warungnya cukup ramai pembeli.

Pemilik warung, H Triono mempekerjakan 7 karyawan yang terdiri atas 2 perempuan dan 5 orang lelaki. “Di sini tugas pelayan baik perempuan maupun laki-laki sama saja, intinya memberikan yang terbaik pada pelanggan,” kata Fuad. 

Selain kompak, dalam bertugas para pelayan mengenakan seragam yang berganti-ganti setiap hari. Misalnya saja untuk hari Senin maka seragam yang digunakan adalah batik berwarna merah, Selasa batik berwarna putih, Rabu kaos biru, Kamis kaos biru, Jumat kaos coklat, Sabtu kaos Kuning, Minggu kaos orange.

Dengan rasa dan kekompakan pelayan yang terjaga, tidak aneh jika warung bakso yang satu ini tidak pernah sepi pengunjung. Dalam sehari sekitar 35 hingga 40 kilogram daging sapi habis terjual. “Biasanya paling ramai hari libur, atau Sabtu dan Minggu,” terangnya. Pada waktu-waktu tersebut pengunjung didominasi keluarga.
“Berapa pun pengunjungnya, sepi ataupun ramai harga yang kita tawarkan tetap sama. Untuk semangkuk bakso pengunjung cukup merogoh kocek mereka sekitar Rp 7.500,” tambahnya.(*)
»»  READMORE...

Sunday, May 30, 2010

SOTO

Soto Ayam Mas Met

Rasanya Ciamik Khas Semarang

Para penggemar soto tentunya tidak akan melewatkan warung yang satu ini. Adalah warung Soto Ayam Indraprasta Mas Met berada di Jl Indraprasta Semarang, tepatnya di depan SPBU Indraprasta.
Meski warung tersebut sederhana, penggemarnya banyak. Terbukti pada saat jam makan siang, warung ini dipenuhi ratusan pelanggan. Bahkan ada yang rela datang dari luar kota, hanya untuk menyantap soto ayam racikan Mas Met ini.
Pemiliknya adalah Slamet, 64, warga Sadewa Utara III No 212 Semarang, dibantu Parmi, 63, istri dan empat anak mereka. Perjalanan hidupnya bagaikan roda kehidupan penuh liku perjuangan. Diceritakan Slamet, sebelum berjualan soto, dulu tahun 1970, dirinya seorang tukang becak. Setelah lima tahun keliling seputar Semarang mengayuh becak, akhirnya Slamet banting setir.
Dengan modal nekat, Slamet mencoba peruntungan berjualan soto, pada awal tahun 80-an. "Waktu mau jualan soto, saat itu hanya bermodal nekat saja. Hanya karena ada kemauan, dan dibantu pinjaman angkring untuk keliling," ucap Slamet yang terkenal dengan nama Mas Met, menerawang masa lalu.
»»  READMORE...